Jumat, 19 Desember 2014

BENIH YANG BERTUMBUH



BENIH YANG BERTUMBUH
          Pada sutu hari,  tampak dua orang pedagang yang sedang beristirahat dibawah sebuah pohon yang sangat rindang. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka dibawah pohon yang besar itu. Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. "Kapan aku besar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?" "Sepertinya", lanjut sang bocah, "Aku tak akan bisa besar. Tubuhku ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar. Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap seperti ini." Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah. Lalu, ia kembali melanjutkan, "Bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?" Sang Ayah yang awalnya mengantuk,kini tampak siaga. Diambilnya sebuah benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara. "Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besartempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih ini. Bahkan  semua yang ada pada pohon ini.  
           Dan kalau kamu menggali tanah ini, ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang
menerobos tanah, juga berasal dari tempat yang sama." Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi sebesar pohon ini, ia
hanya membutuhkan angin,air, dan cahaya matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah melatihnya menjadi mahluk yang sabar." "Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap
menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran."   
          Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri, meluruskanpandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja. Jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena
Allah, menciptakan kita penuh dengan keistimewaan. Dan karena Allah, memang
menyiapkan kita menjadi mahluk dengan berbagai kelebihan. Mungkin suatu
ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya dengan segala
persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan kita menjadi besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan, bilakah saatnya berhasil? RENUNGAN: , Akankah  Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa alpa
dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar matahari?
Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses, tanpa
pernah merasakan ujian dan cobaan? Hidup adalah Proses sama seperti benih yang mengalami proses sehingga menjadi pohon yang besar H A L E L U Y A!!!!!!!!!!

Rabu, 17 Desember 2014

MAKNA TERANG NATAL

           Salah satu tanda yang  berkenaan dengan Natal adalah banyaknya lampu-lampu yang akan kita lihat menghiasi rumah dan  pusat keramaian kota. Pertanda bahwa Natal akan menerangi seluruh dunia. Namun ada hal yang menarik tepat tiga hari sebelum malam Natal, yaitu tepat pada tanggal 21 Desember adalah hari dengan siang terpendek di belahan bumi utara. Itu pertanda bahwa Natal terjadi pada waktu tergelap di dunia, dimana Tuhan mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menerangi seluruh dunia. Terang adalah sesuatu yang penting sepanjang Alkitab. Bahkan sebenarnya dalam malam Natal pertama, yaitu pada peristiwa kelahiran Yesus 2000 tahun yang lalu, para malaikat memberikan terang kemuliaan Tuhan kepada siapa mereka menampakkan dirinya. Para gembala melihat terang tersebut dan mereka pergi ke palungan untuk menyembah Raja segala raja yang baru lahir.Orang-orang Majus melihat terang yang lain di langit. Mereka mengikuti terang tersebut dan mereka pergi ke Bethlehem, dengan petunjuk terang bintang tersebut. Jadi kita  bisa lihat bahwa Terang merupakan topik penting dalam Alkitab yang menjadi pedoman hidup setiap  manusia.           
             Terang Lebih Besar Dari Kegelapan.Waktu sinar matahari bersinar di pagi hari maka ruang rumah  kita juga menjadi terang. Tuhan adalah terang dan Dia lebih besar dari penguasa kegelapan. Saya tidak peduli apa yang setan coba lakukan dalam kehidupan Anda, Tetapi "Roh yang ada di dalam diri Anda lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia ini!" Terang yang berasal dari matahari membuat bumi menjadi cukup hangat untuk didiami. Sinar matahari membuat pepohonan bertumbuh, tumbuhan bisa berbuah. Tumbuhan bisa menghasilkan oksigen. Makhluk hidup ini pada gilirannya menghasilkan minyak bumi, batu bara yang menjadi sumber energi kita. Dengan cara yang sama, terang Tuhan memberi kita kehidupan. Dia dikenal sebagai "Roh Kehidupan". Waktu Kita mendapatkan terang Tuhan di dalam kehidupan kita, maka kita mendapatkan kehidupan, kekuatan dari Roh Kudus, energi dari Roh Kudus serta hidup berkelimpahan yang Yesus sediakan. Misalnya seperti matahari, lilin yang sementara menyala serta bola lampu. Terang Tuhan juga menghangatkan kita karena Tuhan mengasihi kita dengan sungguh-sungguh, kasih yang hangat pada kita. Kasih Tuhan itu seperti infra merah. Kita tidak bisa melihat sinar infra merah, tetapi kita bisa merasakan kehangatannya. Kita mungkin tidak bisa melihat Tuhan, tetapi kita bisa merasakan kehangatan kasih-Nya waktu hadirat-Nya membungkus kehidupan kita. Kasih-Nya menghangatkan kita dan membungkus kehidupan kita. Tuhan adalah terang. Terang itu dapat mengisi kekosongan dalam kehidupan kita. Waktu kitaa melewati masa-masa yang sukar, mungkin seperti yang dialami beberapa orang, maka Tuhan seperti tujuh warna yang indah, memiliki tujuh nama perjanjian :JEHOVA JIREH Tuhan yang menyediakan segala kebutuhanku.JEHOVA RAPHA Tuhan adalah penyembuhku. JEHOVA NISSI Tuhan panjiku, yang memberi kemenangan. JEHOVA ROHI Tuhan gembalaku. Dia menuntunku ke padang yang berumput hijau.JEHOVA SHAMMAH Tuhan yang senantiasa menyertaiku.JEHOVA TSIDKAINOO Tuhan adalah kebenaranku.JEHOVA M'KADESH Tuhan yang menyucikanku.
            Dengan demikian kita telah sama-sama membuktikan keterkaitan yang erat antara makna Natal dengan fungsi Terang. Bagaimana? Maukah Anda menjadi terang itu sendiri di momen Natal ini, Umat Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Marindal 1 harus menjadi garam dan terang bagi sekeliling kita. A M E N